First slide

MENELUSURI JEJAK ISLAM DI LOUVRE MUSEUM PARIS

Siapa yang tidak mengenal Kota Paris di Prancis ini. Selain terkenal dengan Eiffel Tower yang menjadi salah satu icon Kota Paris, ternyata di Kota ini pula terdapat sejarah perkembangan islam. Salah satunya terdapat di Louvre Museum Paris. Museum ini terletak di pusat kota Paris, kurang lebih 4,5 km dari Eiffel Tower tepatnya di sekitaran daerah Palais Royal. Didirikan pada tahun 1793 dengan hampir 35.000 benda dari zaman prasejarah hingga abad ke-19 dipamerkan di area seluas 60.600 m2.

Ternyata, Louvre bukan hanya melulu tentang Mona Lisa, tapi banyak juga peninggalan Islam yang menjadi bukti bahwa Islam pernah berjaya di bumi Eropa. Bahkan Napoleon Bonaparte sang Penakluk Eropa diindikasikan sebagai seorang muslim terutama sekembalinya ia dari ekspedisinya menaklukkan Mesir, yang menurut sebuah surat kabar saat itu kehidupan Napoleon menjadi begitu religius. Diantaranya dia begitu kagum pada Al-Qur’an dan Nabi Muhammad. Selain itu juga ada sistem hukum yang dibuatnya dan lebih dikenal dengan “Napoleon Code” yang jika dicermati, pasal-pasalnya senapas dengan syariah Islam.

Disalah satu ruangan tertulis “Arts De I’Islam”. Inilah ruangan yang memamerkan keramik, kaca, benda logam, kayu, gading, karpet, tekstil dan miniatur, termasuk diantaranya 5.000 karya dan 1.000 tembikar. Beberapa benda yang dipajang diantaranya Pyxide d'al-Mughira yaitu sebuah kotak gading yang berasal adri abad ke-10 M Andalusia, Baptistery of Saint-Louis (Gambar 3.) atau lebih dikenal oleh masyarakat Indonesia dengan Pembaptisan Saint-Louis yaitu sebuah bejana kuningan berukir yang berasal dari abad ke-13 atau 14 M masa Kesultanan Mamluk (Kairo) dan Shroud of Saint-Josse atau Kain kafan Saint-Josse yang berasal dari abad ke-10 M Iran. Koleksi departemen ini juga diantaranya adalah tiga halaman Shahnameh, merupakan buku puisi karangan Ferdowsi yang ditulis dalam bahasa Persia, dan benda logam bernama Vas Barberini.

Koleksi di Arts De I'Islam terbagi dalam empat periode. Pertama pada abad ke-17 sebelum masehi hingga abad ke-11, lalu abad ke-11 hingga pertengahan abad ke-13, dilanjutkan hingga abad ke-16, serta terakhir koleksi-koleksi yang berasal dari peninggalan jejak Islam abad ke-18. Arts De I'Islam juga memamerkan akulturasi kebudayaan Islam dengan Cina di Iran. Hal itu diketahui dari sejumlah peralatan masak dari keramik, yang dalam keterangan peta, berasal dari abad ke-17. Akulturasi dengan Cina terpampang jelas dari corak porselen keramik bergambar naga, khas kebudayaan Cina. Puluhan porselen keramik itu, menurut catatan sejarah, dikirim perusahaan European East Indian Company melalui pelabuhan Bandar Abbas, Iran, ke Eropa.

Berikut kami berikan contoh Itinerary perjalan ke Paris 4 Hari 3 Malam :

HARI KE-1 : KEDATANGAN DI PARIS
Berfoto di Place de La Concorde, Arch du Thomphe, Les Invalides dan Notre-Dame Cathedral. Makan siang. Mengunjungi Louvre Museum dan Champs Elysees. Berbelanja di Galeries Lafayette.

HARI KE-2 : PARIS
Mengunjungi Kerajaan Paris Palace of Versailles, Sacre Coeur dan Montmatre. Makan siang. Mengunjungi Eiffel Tower.

HARI KE-3 : PARIS
Berfoto di Les Invalides, Palais Royal, Jardin du Luxembourg dan Pont Alexander III. Makan siang. Berbelanja di Benelux dan menikmati Kota Paris dengan menaiki Seine River Cruise.

HARI KE-4 : KEPULANGAN DARI PARIS
Diantar menuju Bandara Internasional Charles de Gaulle Paris untuk kepulangan.

Masih banyak tempat-tempat menarik dan bersejarah. Yang ingin lebih mengenal peradaban islam di Eropa Barat khususnya di Paris, silahkan ikut bersama kami. Apapun permintannya akan kami bantu..


Mau jalan-jalan ke luar negeri, Amoures Tour Operator pilihannya..

SUMBER GAMBAR : https://encrypted-tbn0.gstatic.com/images?q=tbn%3AANd9GcRFMxofwKfDbF6B_1gNDN10CuC_rzywTGwtGhf5tEwdp2WmBO4M&usqp=CAU

Info / Artikel Lainnya


0 PAX
Hubungi Kami