First slide

MENAPAKI JEJAK ISLAM DI BELANDA

Awal mula Islam tumbuh dan berkembang di Belanda adalah setelah Perang Dunia Kedua. Pada masa ini, negara Belanda membutuhkan para tenaga kerja untuk melanjutkan cita-cita negara dalam pembangunan dan peningkatan kualitas dari beberapa aspek nasional. Oleh karena itu pada akhir tahun 1960-an dan awal tahun 1970-an banyak imigran asing yang beragama Islam berdatangan, ketika itu masih didominasi oleh Imigran dari Turki dan Maroko. Pada tahun 1947 warga negara Indonesia dan Suriname yang beragama Islam pun mulai masuk ke Belanda. Seiring dengan berjalannya waktu, kemudian tidak sedikit warga Belanda yang ikut memeluk agama Islam.

Beberapa warga Muslim Belanda percaya, jumlah kaum Muslimin di ibukota Belanda tersebut bahkan lebih besar dari angka resmi yang dicatat pemerintah. Kaum Muslimin Belanda juga percaya bahwa mereka merupakan pemeluk agama terbesar dari segi jumlah. Bukan hanya di Amsterdam, tetapi juga di kota-kota besar lainnya seperti Rotterdam, Hague dan Utrecht.

Rotterdam adalah kota terbesar ke dua di Belanda dan salah satu kota pelabuhan terbesar dan tersibuk di dunia. Mungkin karena faktor itulah, Rotterdam adalah kota dengan prosentase penduduk asing tertinggi di Belanda. Sekitar 47% penduduk Rotterdam merupakan ketururnan Suriname, Turki, Maroko, Aruba, dan lain-lain. Karakteristik kota Rotterdam adalah kota ini tampak cantik dengan arsitektur bangunan modern, berbeda dengan kota-kota lain di Belanda yang khas dengan bangunan kota tua dan peninggalan jaman dulu. Ikon arsitektur terkenal di Rotterdam antara lain Erasmus Bridge, Cubic House dan Euromast.

Kurang lebih 13% warga Rotterdam beragama Islam. Tidak sulit untuk menemukan makanan halal di sini. Yang menarik, walikota Rotterdam saat ini beragama Islam. Beliau adalah Ahmed Aboutaleb, warga Belanda yang memiliki garis keturunan Maroko yang menjadi walikota Rotterdam sejak bulan Januari 2009. Beliau adalah satu–satunya walikota muslim di negeri Belanda. Di Rotterdam, kita dengan mudah menemukan masjid yang banyak tersebar di seluruh penjuru kota. Namun, banyak masjid yang tidak tampak sebagai masjid, karena bangunannya tampak seperti apartemen yang menyatu dengan rumah-rumah, apartemen, atau kantor di sekelilingnya. Hanya satu dua masjid saja yang tampak sebagai masjid, seperti adanya menara dan kubah khas masjid. Pendatang baru mungkin akan kesulitan mencari lokasi-lokasi masjid tersebut, meskipun sebenarnya ada di mana-mana.

Masjid-masjid tersebut dikelola oleh warga keturunan Turki, Maroko, Pakistan, Somalia, Boznia atau Indonesia. Uniknya, sebagian masjid di Rotterdam dulunya adalah bangunan bekas gereja yang kemudian beralih fungsi menjadi masjid. Oleh karena itu, banyak bangunan masjid di Rotterdam dari luar tampak seperti bangunan gereja, gedung, atau rumah biasa. Masjid Essalam yang terletak di bagian selatan kota Rotterdam, adalah masjid terbesar di Belanda. Masjid ini terletak tidak jauh dari Stadion de Kulp, kandang dari klub sepakbola Feyenoord.

Selain Masjid Essalam di Rotterdam, ada pula Masjid Al Hikmah di Den Haag yang didirikan oleh Muslim Indonesia. Masjid Al Hikmah saat ini dikembangkan dan dikelola oleh Persatuan Pemuda Muslim se-Eropa (PPME) dan selalu berkoordinasi dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia di Den Haag. Masjid Al-Hikmah ini tidak hanya didatangi dan dipergunakan sebagai pusat peribadatan umat muslim Indonesia saja, namun juga turut diramaikan oleh kaum muslimin dari berbagai negara seperti Turki, Maroko, bahkan beberapa Muslim asli Belanda.

Berikut kami berikan contoh itinerary perjalanan ke Belanda 4 Hari 3 Malam :

HARI KE-1 : KEDANGANGAN DI AMSTERDAM
Mengunjungi IAMsterdam, Rijkmuseum, Van Gogh, Royal Palace, Dam Square dan National Monument. Makan siang. Mengujungi Diamond Factory dan menikmati keindahan dengan menaiki Canal Cruise.

HARI KE-2 : AMSTERDAM – VOLENDAM – AMSTERDAM
Mengujungi Zaanse Schans. Melnjutkan perjalanan menuju Volendam untuk mengunjungi Desa Nelayan (Fisherman Village), Windmills dan Pabrik Keju (Cheese Factory). Makan siang. Perjalanan Kembali menuju Amsterdam. Waktunya berbelanja di D’Bijenkorf

HARI KE-3 : AMSTERDAM – ROTTERDAM – AMSTERDAM
Pejalanan menuju Hague untuk mengunjungi Madurodam, berfoto di Binnenhof dan Peace Palace. Perjalanan menuju Rotterdam. Makan siang. Mengunjungi Masjid Essalam Rotterdam dan Kinderdijk Rotterdam. Perjalan Kembali menuju Amsterdam dengan melewati kota Utrenct, berfoto di Dom Tower of Utrecht dan De Haar Castle.

HARI KE-4 : KEPULANGAN DARI AMSTERDAM
Diantar menuju Bandara Internasional Schipol Amterdam untuk kepulangan.

Masih banyak tempat-tempat menarik dan bersejarah lainnya. Yang ingin lebih mengenal peradaban islam di Eropa Barat khususnya di Belanda, silahkan ikut bersama kami. Apapun permintannya akan kami bantu.


Mau jalan-jalan ke luar negeri, Amoures Tour Operator pilihannya.

SUMBER GAMBAR : https://4.bp.blogspot.com/-3nD8lF_GYVY/T-17MlqDysI/AAAAAAAAHN8/HPopXSYesSM/s1600/008+-+teaser-moskee_0.jpg
Info / Artikel Lainnya


0 PAX
Hubungi Kami